Selasa, 6 Mei 2025 Kepala Bidang Pendidikan Islam Kemenag Provinsi Bali Isyatin Rodiyah, S. Ag “Mengawali sambutannya dalam Forum Group Discussion Moderasi Beragama yang bertempat di Gedung Pascasarjana STAI Denpasar Bali. Ia mengatakan bahwa kegiatan penguatan moderasi beragama bagi guru PAI dan guru madrasah se-Bali merupakan kegiatan yang sangat penting”. Ungkapnya
“Moderasi beragama bukan hanya program prioritas Kementerian Agama, melainkan kebutuhan kita bersama dalam menjaga harmoni, toleransi, dan keutuhan bangsa. Di Provinsi Bali yang kaya akan keberagaman budaya dan keyakinan, peran para guru sangat strategis sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus semangat kebangsaan yang inklusif.”
“Kita menyadari bahwa tantangan zaman kian kompleks. Penyebaran paham keagamaan yang ekstrem, baik ke kiri maupun ke kanan, mengancam semangat persatuan. Maka, penguatan moderasi beragama harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan penjaga nilai. Di tangan Bapak Ibu sekalian, masa depan kerukunan dan perdamaian bangsa ini dipertaruhkan.”
“Oleh karena itu, saya menyambut baik kegiatan ini dan berharap tidak berhenti pada tataran teoritis semata. Jadikan moderasi beragama sebagai napas dalam proses pembelajaran, sebagai sikap hidup, dan sebagai budaya di lingkungan sekolah dan madrasah.” Terangnya
Akhir kata, mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi demi terwujudnya pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berwawasan kebangsaan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam mencetak generasi yang cerdas, moderat, dan berakhlak mulia.
“Ia menginformasikan bahwa direktorat KSKK bersama tim penulisnya telah menyusun kurikulum cinta yang bertujuan untuk melahirkan insan yg humanis nasinalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.”
Diakhir sambutannya ia menyampaikan pantun “Klungkung semara pura, kirang langkung nunas ampure. Ubur ubur ikan lele, mari kita bertadabbur ilmu semoga membawa berkah le.” Pungkasnya
Editor: Syahrial Ardiansyah